Meninggalkan komentar

PEMBUATAN SIM DI POLRES NGAWI

Originally posted on Humas Polres Ngawi:

Lihat yang asli

1 Komentar

PEMBUATAN SIM DI POLRES NGAWI

Meninggalkan komentar

KAKEK TEWAS SAAT MELINTAS JEMBATAN

??????????

Kakek 60 Tahun Ditemukan Tewas Diduga Terjatuh Saat Melintasi Jembatan

NGAWI-Warga sontak geger dengan ditemukannya mayat laki-laki paruh baya dengan posisi tertelungkup dibawah jembatan dusun Plosorejo desa Kedunggalar Kecamatan Kedunggalar Ngawi. Korban diketahui bernama Sadingin (60) warga desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar, yang kesehariannya bekerja sebagai petani diduga mengalami kecelakaan tunggal terjatuh dari jembataan saat mengendarai sepeda motornya, (19/08).

Petugas dari Polsek Kedunggalar langsung terjun kelokasi guna melakukan olah TKP. Diduga sementara korban yang mengalami luka diwjah dan kepala ini terjatuh dari atas jembatan.

“Kronologinya warga menemukan sepeda motor. Lantas setelah dilakukan pengembangan ditemukan mayat dengan posisi tak jauh dari sepeda motor tepatnya di genangan air bawah jembatan,” terang AKP Didik Supriyadi, Kapolsek Kedunggalar.

Jenazah korban langsung dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi guna dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Petugas juga mengamankan sepeda motor yang diduga milik korban untuk kepentingan sebagai barang bukti.

Sementara, Sudarto Kepala Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar Ngawi membenarkan bahwa yang korban adalah warganya.

“Pertama kali warga menemukan sepeda motor tersangkut di bibir sungai tepat samping jembatan. Setelah dicari ternya ditemukan mayat di sungai itu,” terang dia.

Meninggalkan komentar

PENGUNGKAPAN KASUS PEMBUNUHAN WIGATI

Ngawi 02 Januari 2012 – Setelah melaksanakan penyelidikan intensif terhadap kasus pembunuhan  yang direncanakan yang mengakibatkan korban WIGATI, 31 tahun  meninggal dunia, yang  TKP-nya di jalan ds. Masuk dsn. Bogoharjo ds. Watualang kec./ kab. Ngawi yang terjadi pada hari minggu sekira pukul 19.30 Wib akhirnya terungkap dengan  3(tiga) orang pelakunya.
Selanjutnya diinformasikan bahwa :
1.    Pengungkapan kasus tersebut mementahkan alibi Heri Martono suami korban yang sehari sebelumnya menyampaikan kepada petugas tentang kronologi kejadian yang menimpa isterinya seolah olah tidak tahu banyak tentang kejadian tersebut dan ternyata malah sebagai
Otaknya.
2.    Adapun 3(tiga) orang pelaku dimaksud adalah sbb :
a.    HERI MARTONO, ( suami korban) 33  tahun, Swasta, alamat dsn. / ds. Beringin kec. Beringin kab. Ngawi.
b.    BUDIYONO als BENDOL, 35 tahun, Sopir dan tenaga bongkar pasang terop milik tersangka HERI  MARTONO, alamat ds.Beringin  kec. Beringin kab. Ngawi.
c.    SUYONO als YONDOL , 38 tahun, tani dsn. Kedung Rejo ds. Beringin kec. Beringin kab. Ngawi.
3.    Barang bukti yang disita  berupa :
a.    1(satu) buah sarung tangan warna hitam disita di kebun tebu ds. Jongke kec. Karas kab. Magetan.
b.    Uang tunai Rp.  2.000.000,- disita dari tsk BUDIYONO, als BENDOL, uang tersebut  diterima dari Tsk HERI MARTONO sebanyak Rp. 5.000.000.- sebagai uang muka  dari Rp. 15.000.000,- yang dijanjikan sebagai jasa/ upah untuk mengeksekusi isteri tersangka.
c.    2 (dua) Sepeda Motor masing masing  : Honda Vario warna Biru No. Pol. : AE 2256 JX    milik tersangka HERI  MARTONO dan Sepeda motor Honda Revo warna merah hitam No. Pol. :   AE 5852 KH      milik tersangka SUYONO als YONDOL.
d.    Sedangkan 1(satu) buah kapak yang digunakan tersangka untuk mengeksekusi Korban WIGATI belum ditemukan.

5.    Adapun motip pembunuhan tersebut adalah :  Tersangka HERI MARTONO merasa tidak puas setiap kali berhubungan sex dengan isterinya  “WIGATI (korban)”  ahirnya tersangka sering mencari kepuasan diluar dan mempunyai WIL,  tersangka mengusulkan cerai kepada isterinya ( korban) namun isterinya tidak mau sehingga timbul niat jahat Tersangka HERI MARTONO untuk membunuh isterinya dengan menyuruh orang lain yakni  Tersangka BUDIYONO dan Tersangka SUYONO.
6.    Dari hasil pemeriksaan saksi didukung adanya barang bukti serta petunjuk, penyidik telah menetapkan HERI MARTONO, BUDIYONO DAN SUYONO  sebagai tersangka.
7.    Tersangka telah ditahan di Rutan Polres Ngawi sejak tanggal  3 Januari 2012.
8.    Kepada tersangka dijerat pasal :
a.    Tersangka HERI MARTONO, pasal 44 (3) UURI nomor 23 tahun 2002 tetang kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 340 sub 338 Yo 55-56 KUHP.
b.    Tersangka BUDIYONO, sebagai pelaksana Exekusi pasal 340 sub pasal 338 Yo 55 KUHP
a.    Tersangka SUYONO, pasal 340 sub 338 lebih subside pasal 353(3) KUHP.
Dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lama 20 tahun.

Meninggalkan komentar

PEMBUANGAN BAYI

Kasubag Humas Polres Ngawi AKP I Wayan Murtika mengatakan tersangka ditangkap oleh anggota Reskrim Polres Ngawi yang langsung melakukan penyelidikan setelah ditemukannya mayat bayi penuh luka di sungai Desa Pakah tersebut.
“Anggota reskrim yang ada di lapangan langsung melakukan penyelidikan dan semua petunjuk merujuk pada ibu korban. Dan setelah diperiksa tersangka mengaku kalau memang dia yang membuang bayi tersebut,” ujarnya, Senin (26/12/2011).Wayan menambahkan, dari pengakuan tersangka, ia nekat membuang bayi tersebut karena malu dengan tetangga. Pasalnya ia memiliki anak padahal kondisinya saat itu masih belum menikah. “Karena malu ia membuang bayinya di sungai,” tutur Wayan.Ketika ditanya terkait jumlah tersangka yang bisa bertambah, Wayan menjelaskan ada kemungkinan bertambah yakni orang tua laki-laki dari bayi tersebut. Namun hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan.”Bisa saja yang laki-laki menjadi tersangka. Namun saat ini tersangka ibu korban masih diperiksa. Dan tersangka juga baru kita amankan semalam jadi masih belum berani menyatakan adanya tersangka lain,” jelasanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (24/12/2011), warga Ngawi digegerkan dengan temuan mayat bayi dalam kondisi mengenaskan di Sungai Desa Pakah, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Saat ditemukan hampir diseluruh anggota tubuh bayi dipenuhi dengan luka.Luka tersebut diduga akibat benturan dengan batu, ranting serta akar pohon yang bayak terdapat di sungai. Bayi nahas tersebut ditemukan warga setempat saat sedang memancing di sungai yang berair jernih tersebut.

1 Komentar

PENINDAKAN KEBUT-KEBUTAN / BALAPAN LIAR DI JALAN UMUM

Ngawi, 25 Desember    2011 – Pada hari Minggu sekira pukul 00.00 s/d 03.30 Wib Satuan Lalulintas Polres Ngawi dipimpin Kabag Ops Polres Ngawi bersama Kasat Lantas AKP TONY PRASETYO, SH.,Sik dan Kaurbin Ops IPTU EDI SUPRIYADI bertempat di jalan umum ds. Pojok kec. Kwadungan kab.  Ngawi telah dilaksanakan penindakan balapan liar/ kebut-kebutan.

lanjutnya diinformasikan bahwa :

  1. Kebut-kebutan/. Balapan liar yang dilakukan di jalan raya/ umum selain mengganggu ketertiban umum juga berpotensi sebagai penyebab terjadinya laka lantas yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun pengguna jalan yang lain.
  2. Sejumlah petugas Sat Lantas Polres Ngawi diterjunkan untuk melakukan penindakan di jalan umum masuk ds. Pojok  kec. Kwadungan kab. Ngawi.
  3. tugas perhasil mengamankan  75 unit  sepeda motor berbagai merek secara umum dalam kondisi : kaca sepion tidak ada/ lengkap, plat nomor dilepas, tidak membawa STNK, tidak punya SIM serta tidak menggunakan helem.
  4. Para remaja yang terlibat kebut-kebutan/ balapan liar dikumpulkan dihalaman Mapolres Ngawi, setelah diberikan pengarahan oleh KBO Lantas IPTU EDI SUPRIYADI tentang tertib berlalulintas selanjutnya diperbolehkan pulang kerumah masing-masing, namun BB sepeda motor tetap diamankan.
  5. Para pelanggar ditindak dengan tilang sesuai dengan Jenis pelanggarannya, BB sepeda motor akan dikembalikan setelah sipelanggar selesai menjalani sidang dan membayar denda di Pengadilan dengan membawa perlengkapan kendaraan untuk dipasang pada kendaraan yang bersangkutan/ keluar dari Mapolres kendaraan/ sepeda motor sudah dalam keadaan lengkap.
  6. Penindakan kebut-kebutan/ balapan liar dijalan umum akan terus dilakukan sebagai upaya mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang kondusif diwilayah hukum Polres Ngawi.
Meninggalkan komentar

PENYULUHAN POLWAN

Polres Ngawi hari Jum’at 9 Desember 2011, anggota Polwan melaksanakan Penyuluhan kepada penggemudi R2 maupun R4 agar senantiasa patuh dan taat kepada pelaturan rambu lalulintas dan angkutan jalan yang telah di cantumkan di dalam UU. NO. 2 tahun 2009, penyuluhan tersebut bertujuan untuk mengingatkan/menghimbau kepada  pengguna R2 atau R4 agar senantiasa tertib, taat, patuh, dan disiplin dalam berlalulintas. karna nyawa seseorang lebih berarti dari pada kita harus membuat kesalahan dalam berlalulintas, sekecil apapun kesalahan berlalulintas  maka akan patal akibatnya. sayangilah diri anda dan patuhilah rambu lalulintas dan pengguna jalan.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.